sekali lagi Kau uji aku
tapi kusambut ujian itu dengan mata berkerut
dengan mulut yang sengaja kukunci
agar tak bisa tersenyum
kapan aku bisa menyambut ujianmu dengan senang
bagaikan mendapat mobil tumpangan
yang bisa antarkan aku ke rumah-Mu yang damai
sehingga tak perlu aku bermuka masam
tak perlu lagi ada prasangka
dan juga aku tak perlu salahkan sahabatku
Sleman, 2 Januari 2000