DALAM PUISI ADA SEJARAH

November 23, 2007

Baju Kesombongan

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 12:17 pm
Tags:

Ketika aku melihat rumah itu
Aku bertanya,”Mungkinkah puisi tercipta di tempat seperti ini?”

Namun kuikuti saja langkah kaki
yang membuatku semakin dekat
dan semakin dekat

Sampai ada yang berbisik padaku
,”Mungkinkah kau tanggalkan baju kesombonganmu?”

Sleman, 13 Januari 2000

Kalau Kau Minta Hujan Untuk Berhenti

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 12:06 pm
Tags:

Betapa tak sopannya dirimu
Kau minta agar hujan berhenti

Padahal,
Hujan adalah persenggamaan antara langit dan bumi
agar muncul darinya berbagai aneka kehidupan
agar wajah bumi kembali segar merekah
tebarkan pesona yang lebih dahsyat

Sleman, 31 Oktober 2000

Salamku Pada Dukamu

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 12:04 pm
Tags:

Tolong,
sampaikan salamku pada dukamu
dan katakan padanya
jika ia selalu bersamamu
maka akupun cemburu

 

Sleman, 5 Maret 1999

Nyanyian Burung Seusai Badai

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 12:01 pm
Tags:

Kalau kau dengar nyanyian burung di pagi hari
siapa sangka kalau tadi malam
badai bergulung-gulung penuh amarah
sehingga tercerabutlah berbagai nyawa kehidupan

Tapi kalau kau dengar nyanyian burung itu
Apakah kau rasakan lirik yang penuh dendam?
Apakah kau rasakan hentakan yang penuh kemarahan?
Sedang baru saja kematian mengelilingi mereka

Dan kicau burung terus berbunyi
karena episode kesedihan seharusnya tak terlalu lama
yang penting sekarang
hangatnya sinar matahari
dan daun-daun basah yang menyejukkan

Sleman, 22 Oktober 2000

Otakku Lumpuh

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 11:58 am
Tags:

otakku lumpuh
karena mulutmu
sedang mulutmu trocoh
karena kau pikir
otakku lumpuh

Sleman, 30 Desember 1999

November 15, 2007

Putus Asa

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 11:47 pm
Tags:

Perapian padam
dengan penuh keputusasaan
karena tak sanggup hangatkan
kebekuan yang ada

 

Gerombolan burungpun kini terkulai lemas
setelah sekian lama mencoba
menaklukkan kesunyian yang begitu luas

Sleman, diantara 1997-1998

Aku Bukan Manusia

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 11:46 pm
Tags:

Tahukah kau,
apa yang dikatakan mentari pada padang pasir yang sunyi?
“Sesungguhnya tak ada niatan bagiku
untuk membuatmu sendiri”

Mengertikah kamu,
apa yang dibisikkan angin kepada rerumputan dan ilalang?
“Aku hanya ingin membelaimu,
dan maafkan aku jika terkadang terlalu keras menamparmu”

Baik rumput ilalang dan padang pasir tersenyum dan berkata
“Apakah kau pikir kami ini manusia?”

Sleman, 1 September 1997

November 14, 2007

Goresan Pada Batang Pohon Karet

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 4:35 pm
Tags:

sudah berulang kali,
pisau itu menggores batang kesadaran pohon karet
hingga getahpun mengalir begitu saja
tak tertahankan, menuju rerumputan
yang berpikir hujan sudah berubah
menjadi putih pekat

Sleman, 21 Januari 1997

Yang Kutakutkan Adalah Sendiri

Diarsipkan di bawah: puisi — Agung Krisnanto @ 4:16 pm
Tags:

yang ku khawatirkan adalah sendiri
menjalani masa tua sebagai lelaki renta
dalam sepetak rumah kosong
berteman cerita-cerita dari masa silam
sambil tangan mengurut dada
karena batuk yang menahun

 

(terima kasih imma, akhirnya yg aku khawatirkan tidak akan terjadi, insya Allah)

« Halaman Sebelumnya

Blog pada WordPress.com.